GAMBARAN UMUM DESA

GAMBARAN UMUM KONDISI DESA

           

  1. SEJARAH DESA TALUN.

Dituturkan secara tutur tinular { dari mulut ke mulut ), bahwa dahulu kala  nama desa Talun berasal dari kata Tal dan kata Alun-alun ( tanah yang lapang ). Tal adalah nama sebatang pohon dari jenis palma. Karena pohon Tal tersebut berada di tanah yang lapang ( Alun-alun ) sehingga lokasi tersebut disebut desa Talun. Beberapa periode pemimpin desa Talun yang telah dipilih oleh masyarakat adalah sebagai berikut :

  1. Abbas 1945 – 1950 an beliau gugur ditembak oleh belanda.
  2. Singodiwiryo 1951 – 1955.
  3. Jajeri 1956 – 1966.
  4. Maksun 1967 – 1988.
  5. Saifudin 1989-1998.
  6. Siswanto 1999 – 2007.
  7. Saifudin 2008 – 2014
  8. Maksum 2015 sampai sekarang.
  9. GAMBARAN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN

Pencapaian visi diupayakan melalui sesuatu tahapan misi yang berperan sebagai akseleresasi  pembangunan dan perwujudannya  melalui pencerminan sesuatu yang kongkrit dan dapat diukur/ komulatif.

Sejalan dengan itu maka dalam akseleresasi tersebut adanya suatu tindakan yang dapat digunakan sebagai acuan pendapatan visi secara makro, indikator ini terdiri dari indikator pendidikan, kesehatan dan perekonomian sebagai indikator keberhasilan  (outcome) pembangunan di Desa Talun selama 5 (lima) tahun kedepan diasumsikan sebagai berikut :

  1. Indikator pendidikan

Meningkatnya indikator pendidikan diasumsikan dengan adanya meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat, tuntas pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun, dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan

  1. Indikator kesehatan

Meningkatnya indikator kesehatan diasumsikan dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, peningkatan pencapaian desa sehat dan terpenuhinya masyarakat desa dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang prima.

  1. Indikator ekonomi

Meningkatnya indikator ekonomi di asumsikan adanya peningkatan perekonomian desa yang sekaligus mempengaruhi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Selama 5 (lima) tahun kedepan diprogramkan kegiatan–kegiatan yang mengarah pada ekonomi produktif yang memanfaatkan potensi-potensi yang ada di setiap desa.

  1. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA PEMERINTAHAN DESA.
    1. Pemerintahan desa terdiri dari pemerintah desa dan BPD.
    2. Pemerintah desa terdiri dari kepala desa dan perangkat desa yang mencakup sekretaris desa dan perangkat desa lainnya yang terdiri dari 4 kepala RW dan 1 kepala urusan, serta 4 pelaksana teknis yaitu Seksi Pemerintahan, Seksi Pembangunan, Seksi Keuangan dan seksi Kesra (sesuai dengan SOT masing-masing desa)
    3. Kepala desa memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kegiatan yang ditetapkan bersama BPD.
    4. Kepala desa memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati, memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat.
    5. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sekretaris desa, kepala dusun dan pelaksana teknis lapangan bertanggung jawab kepada kepala desa.
    6. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya staf urusan bertanggung jawab kepada kepala urusan dan kepala urusan bertanggung jawab kepada sekretaris desa.
    7. Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, kepala desa dapat dibantu lembaga kemasyarakatan desa yang ada.

 

  1. KONDISI GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI
    1. Luas dan batas desa.

Desa Talun mempunyai luas wilayah  922,86 hektar dengan batas-batas:

Sebelah selatan   : Desa Pesagi

Sebelah barat      : Desa Bulungcangkring

Sebelah utara      : Desa Boloagung

Sebelah timur     : Desa Rogomulyo

  1. Tata guna tanah.

Tata guna tanah Desa Talun  sbb :

 

PENGGUNA TANAH

LUAS TANAH

Tanah Sawah :

a.       Irigasi

b.      ½  Irigasi

c.       Sederhana

d.      Tadah Hujan Tanah Kering :

a.       Pekarangan  dan Bangunan

b.      Tegalan

c.       Kolam

d.      Lain-lain

 

547

54

15

 

12,86

119

162

13

JUMLAH

922.86

 

 

  1. Potensi Sumber Daya Manusia.

Jumlah penduduk Desa 5837 terdiri dari laki-laki 2884 orang dan perempuan 2943 orang. Jumlah penduduk menurut kelompok umur sebagai berikut :

 

UMUR JUMLAH PENDUDUK
0-4 tahun 399 orang
5-9 tahun 915 orang
10-14 tahun 916 orang
15-24 tahun 1146 orang
25-54 tahun 1142 orang
55  tahun  ke atas 756 orang

 

Sedangkan distribusi penduduk menurut jenis pekerjaan sebagai berikut :

JENIS PEKERJAAN

JUMLAH

Petani sendiri 988 orang
Buruh tani 1312 orang
Pedagang/ pengusaha 68 orang
Buruh industri 162 orang
Buruh bangunan 370 orang
Pengangkutan 20 orang
TNI/POLRI/PNS 40 orang
Pensiunan  5 orang
Lain-lain 6 orang

JUMLAH

2965 orang

Sementara itu distribusi penduduk menurut jenis pendidikan sebagai berikut :

TINGKAT PENDIDIKAN

JUMLAH

Tamat  PT 40 orang
Tamat akademi 154 orang
Tamat SLTA 1208 orang
Tamat SLTP 1511 orang
Tamat SD 1537 orang
Belum tamat SD 1279 orang
Tidak Sekolah 302 orang

JUMLAH

5837 orang

 

 

  1. Perekonomian Desa

Kegiatan perekonomian desa dapat diketahui dari beberapa indikator antara lain jumlah prasarana ekonomi, kekayaan desa dan perkembangan kelompok usaha ekonomi desa. Jumlah prasarana ekonomi desa antara lain :

PRASARANA EKONOMI JUMLAH
Toko/ Kios 39 orang
Warung 18 orang
Koperasi 1 orang
Lumbung desa ……….orang
Mobil pick kup 13 orang
Truk/ col 9 orang
Lain-lain 3 orang

JUMLAH

73 orang

 

Sedangkan kekayaan desa antara lain :

ASET DESA LUAS
Tanah kas desa untuk bengkok kades dan perangkat 49,3
Tanah kas desa untuk pembangunan desa 9,6
Bangunan desa  
Pasar desa 0,24
Dst  

JUMLAH

 

Sementara untuk perkembangan usaha ekonomi desa sebagai berikut :

Dengan adanya progam mina tani didesa Talun, perkembangan perekonomian desa Talun cukup menjanjikan, sehingga banyak warga yang alih profesi ke pertanian dan budi daya perikanan.

 

  1. Sosial Budaya

Aspek sosial budaya mencakup pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan, agama, pemuda dan olahraga.

 

  1. Aspek Pendidikan

Aspek pendidikan mencakup jumlah prasarana pendidikan, rasio guru dan murid, angka partisipasi sekolah, penurunan jumlah penduduk yang buta huruf dan angka kelulusan pada semua level sekolah. Sebagai terlihat pada tabel sebagai berikut :

INDIKATOR PENDIDIKAN JUMLAH
Angka Partisipasi kasar/ murni SD/MI 539
Angka Partisipasi Kasar/ Murni SLTP/ MTs 352
Angka  Partisipasi kasar/ murni SLTA/ 127
Rasio guru/ murid TK 19
Rasio guru/ murid SD 34
Rasio guru/ murid SLTP 48
Rasio guru/ murid SLTA 34
Jumlah TK 3
Jumlah SD 3
Jumlah SLTP 2
Jumlah SLTA 2
Angka melek buta huruf  

 

  1. Aspek kesejahteraan Sosial

Pada aspek kesejahteraan sosial, mencakup banyaknya penyandang masalah sosial menurut jenisnya sebagai berikut :

–     Pengemis, gelandangan dan orang terlantar   :  6 orang

–     Tuna susila                                                      :  – orang

–     Tuna Netra                                                      :  4 orang

–     Bisu/ tuli                                                          :  3  orang

–     Yatim piatu dan akan terlantar                       :  5 orang

–     Orang jompo                                                   :  22 orang

–     Keluarga pra sejahtera                                     :  653 orang

–     Keluarga sejahtera I                                        :  426 orang

–     Keluarga sejahtera II                                       :  273 orang

–     Keluarga sejahtera III                                     :  137 orang

–     Keluarga sejahtera III +                                  :  …0. orang

 

  1. Aspek Kesehatan

Pada aspek kesehatan  mencakup beberapa indikator pembangunan bidang kesehatan sebagai berikut :

  1. Angka kematian bayi 3 dari jumlah bayi hidup 399 orang pada tahun 2007.
  2. Angka harapan hidup 65 tahun.
  • Angka kematian ibu melahirkan – orang dari jumlah ibu yang melahirkan ….. orang.
  1. Kondisi anak dengan kategori gizi buruk 0,1 %
  2. Jumlah posyandu 4
  3. Jumlah Bidan Desa 2
  • Jumlah jamban 1076 dari kepala keluarga berjumlah  1489
    1. Aspek Agama

Pada aspek agama mencakup struktur penduduk berdasarkan pemeluk agama, sebagian besar penduduk adalah pemeluk agama Islam. Data selanjutnya dapat dilihat sebagai berikut :

–     Islam         : 5837  orang

–     Katolik      : ……-….. orang

–     Prostestan : ……-….. orang

–     Hindu        : ……-….. orang

–     Budha       : ……-….. orang

–     Lain-lain    : ……-….. orang

prasarana Keagamaan meliputi masjid 3 buah langgar/ mushla 29 Buah, vihara/ pura …-.. buah,/ kerukunan umat beragama did esa cukup mantap.

  1. Aspek pemuda dan olah raga

Pada aspek pemuda dan olahraga mengandung pengertian bahwa struktur penduduk di desa Talun di dominasi oleh pemuda. Oleh karena itu, pembinaan dan penyediaan fasilitas untuk perkembangan kreatifitas dan olahraga menjadi agenda utama dalam pengembangan pemuda. Fasilitas/ prasarana yang disediakan untuk kegiatan kepemudaan dan olah raga serta kesenian meliputi :

  1. Lapangan olahraga : 2 tempat
  2. Lapangan bulu tangkis : 2 tempat
  • Padepokan lapangan pencak silat : –  tempat
  1. dst

 

 

  1. Aspek Kebudayaan

Kegiatan kebudayaan yang pernah dilakukan di desa ini meliputi pengembangan dan pelestarian. Kegiatan  yang dilakukan antara lain : seni budaya, kudalumping, karawitan, kosidah dan lain-lain

  1. Aspek sarana dan prasarana.

Aspek prasarana dan sarana Desa meliputi prasarana jalan, prasarana pengairan dan prasarana komunikasi. Prasarana jalan yang ada meliputi jalan desa sepanjang 21,5 jalan desa sepanjang 12.9 dengan kondisi 85 % sudah beraspal. Prasarana pengairan beberapa teralisasi lapangan irigrasi pedesaan, sedangkan prasarana komunikasi menggunakan telepon seluler  dari telkomsel, indosat dan sebagainya

  1. Pemerintahan Umum

Kegiatan pemerintahan umum di desa menyangkut pelayanan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Prasarana pemerintahan yang ada secara umum masih layak dan dapat difungsikan terutama dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat.

  1. Isue Startegis

Mendasarkan  kondisi objektif di daerah dan desa masih menunjukan banyaknya masalah dan tantangan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Isue startegis yang harus segera diatasi  adalah meliputi :

  1. Masih tingginya pengangguran terbuka
  2. Masih besarnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.
  • Rendahnya produktivitas pertanian dalam arti luas dan belum terkelolanya sumber daya alam dan potensi energi terbarukan secara optimal.
  1. Kualitas pendidikan dan kesehatan rakyat masih relatif rendah.
  2. Penegakan hukum dan reformasi belum didukung secara optimal.
  3. Belum memadainya kemampuan dalam menangani bencana.
  • Masih perlunya upaya pengurangan kesenjangan antara wilayah khusunya di desa perbatasan dan wilayah terisolir.
  • Dukungan infrastruktur desa harus masih belum memadai.