DESA WISATA DAN PEMANCINGAN DESA TALUN-KAYEN-PATI

Sejarah

Talun, menurut cerita yang berkembang dimasyarakat, berasal dari kata “Tal” (nama sejenis pohon) dan “alun-alun” (tempat lapang yang ramai atau pusat kegiatan). Alkisah, Ki Ageng Talun, seorang murid dari Sunan Kudus mendapat tugas untuk membuka perkampungan di sebuah hutan yang banyak ditumbuhi oleh pohon “Tal”.

Begitu selesai ditebang, luasnya seperti alun-alun. Begitulah, sejak itu orang-orang menyebut tempat itu sebagai Talun. Pohon Tal sendiri sekarang tidak terdapat di desa tersebut. Terakhir, sekitar tahun 1987 masih ada dua pohon di dekat masjid utara desa, namun sudah ditebang pula. Pohon Tal mirip seperti pohon kelapa dengan batangnya yang meninggi.

Ki Ageng Talun sendiri, sekarang, makamnya terdapat di desa Kalimulyo kecamatan Jakenan Kabupaten Pati. Ia menjadi sesepuh bagi penduduk desa Talun maupun desa Kalimulyo.

Geografis

Secara geografis letaknya berbatasan dengan wilayah Kudus (sebelah barat). Desa-desa yang berdekatan adalah desa Pesagi, desa Boloagung, desa Rogomulyo, dan desa Sundoluhur.

Demografi

Masyarakat desa Talun adalah masyarakat muslim. Ada beberapa pesantren dan madrasah yang menjadi tempat belajar para warga.

Umumnya para warga bertani, berdagang, dan menjadi tenaga kerja di luar negeri (Malaysia, Hongkong dan Arab Saudi).

Agrowisata Perikanan Air Tawar

Selain menjadi petani, banyak penduduk yang membudidayakan ikan air tawar, mengingat desa ini sebagian merupakan daerah rawa-rawa yang berlimpah dengan air.

Luas tambak lebih kurang 8 Ha. Jenis ikan yang dibudidayakan diantaranya ikan bandeng, ikan tawes, nila, tombro dan karper. Sementara ini yang sudah dioperasikan adalah untuk tempat pemancingan dan pondok saji ikan bakar sebagai sarana rekreasi keluarga yang murah meriah khususnya bagi penggemar memancing.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*